Kamis, 24 Desember 2009
BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA RUNTUH
Ibarat kedua mata, berjalan, memandang ke kiri dan ke kanan atau merasakan baik dan buruk, walaupun demikian mereka dipisahkan oleh sebuah bukit yang kecil yaitu: hidung sehingga tidak bisa dapat bertemu atau menyapa satu dengan yang lain. Paling anehnya itu mereka tidak dapat berdiskusi bahkan sampai tidak saling mengenal tetapi kesatuan dan persatuannya tidak dapat disamakannya. Hidung yang ada di tengah-tengah itu bukan menjadi tantangan untuk mencerai-beraikan persatuan dan kesatuan yang sudah dibangunnya. Sungguhpun ada buit (hidung/masalah) di tengah-tengah mereka, sudah buang dan melupahkannya sehingga menjadi satu anggota dari satu tubuh.
Berapa tahun telah kita berpisah, sampai hampir-hampir melupakan anggota tubuhku yang lain. Lebih aneh lagi pikiran dan akal sehatnya hampir-hampi kelihalangan dari perbendaraanku. Sukurlah, di dalam dagingku ada suatu duri yang membuat saya tidak tenang. Di dalam diriku juga merasa ganjil, kalau saya seorang diri di Jakarat tanpa sedarah dan sedagingku. Kekuatan sedarah dan sedaging menarik kita supaya menjadi sempurnah dan hidup dalam kesatuan dan persatuan yang utuh.
Natal adalah juga merupakan moment, dimana kita dipersatukan di dalam tali persaudaraan yang utuh dan sempurnah. Tidak ada tali yang dapat dipersatukan antara manusia dengan manusia? Antara manusia dengan TUHNAN? Sebaliknya, TUHAN dengan manusia, kalau tidak ada Natal (Kedatangan KRISTUS yang pertama kali) di dunia ini? Di mana ada kesatuan dan persatuan, ada damai, ada suka, ada saling menghargai, ada saling menolong, ada saling mengampuni dsb.
Sebagaimana merinduhkan Natal dari jauh-jauh, merindukan apa yang dikerjakan oleh Putra Natal, yaitu: persatuan dan kesatuan, damai, suka-cita, saling menghormati, saling mengampuni, saling menolong, menyelamatkan bagi orang yang berdosa kepada sesama manusia seperti dirimu sendiri, dsb. Semuanya itu kutuliskan kepadaku sendiri karena itulah yang diperintahkan kepadaku.
TUHAN, sebagaimana Engaku merinduhkan hamba-Mu ini, biarlah hidupku ini hanya untuk penuh Merinduhkan kepada-Mu!!!!!
Hormat Kami,
Keluarga PENDETA NELES PEKE,
(Biar Cerpencar, Kami ada di dalam Ikatan tali kasih KRISTUS)
Langganan:
Komentar (Atom)
